Islamic Relief dan Baitul Mal Lhokseumawe Perkuat Kemandirian Ekonomi 300 Rumah Tangga melalui SHG Livelihood Pendekatan Graduasi

LHOKSEUMAWE, 5 September 2026 — Islamic Relief bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Self Help Group (SHG) Livelihood sebagai bagian dari Pendekatan Graduasi (Graduation Approach). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Meunasah Desa Baloy, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mulai pukul 09.00 WIB.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas, ketahanan ekonomi, dan kemandirian Rumah Tangga (RHs) penerima manfaat melalui proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan SHG Livelihood tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi dari Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Ust. Dr.H.Damanhur, Lc., M.A. Materi yang disampaikan mencakup penguatan livelihood, pengembangan usaha, pengelolaan ekonomi keluarga, serta kesiapan penerima manfaat dalam mengelola aset produktif.

Persiapan Menuju Transfer Aset

Sebelum memasuki fase transfer aset, calon penerima manfaat akan mengikuti sejumlah tahapan dalam alur Micro Finance Syariah Distribution. Proses diawali dengan pendataan RHs, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi data secara partisipatif, termasuk advokasi terhadap safety net atau program perlindungan sosial pemerintah yang tersedia.

Selanjutnya dilakukan analisis profil RHs dan pemetaan kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi, potensi, kebutuhan, serta karakteristik usaha masing-masing calon penerima manfaat.

Dalam proses pemberdayaan, calon penerima manfaat mengikuti rangkaian pertemuan SHG yang meliputi pembentukan kelompok, penyusunan aturan dasar dan pembagian peran, pelatihan memasak makanan sehat, pengembangan food bank dan home gardening, serta penguatan budaya menabung.

Peserta juga mendapatkan pelatihan literasi keuangan, termasuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran serta perencanaan keuangan. Selain itu, mereka diperkenalkan dengan konsep Qardhul Hasan dan mekanisme Revolving Fund, serta mendapatkan pelatihan specific livelihood sesuai pilihan usaha dan potensi masing-masing melalui pendampingan dan home visit.

Setelah seluruh proses penguatan kapasitas tersebut dilakukan, tahapan dilanjutkan dengan pembukaan rekening atas nama RHs dan penandatanganan Letter of Agreement (LoA). Pada tahap ini, penerima manfaat diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mereka dalam program.

Menuju Fase Transfer Aset

Setelah seluruh tahapan persiapan terpenuhi, program selanjutnya memasuki Fase Transfer Aset Qardhul Hasan.

Setiap penerima manfaat akan mendapatkan dukungan aset senilai Rp6.500.000 dari Islamic Relief, ditambah kontribusi Baitul Mal Kota Lhokseumawe sebesar Rp3.000.000 per penerima manfaat.

Aset tersebut akan disalurkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan diarahkan untuk mendukung usaha produktif sesuai pilihan, potensi, dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Program ini menyasar 300 Rightsholders (RHs) yang tersebar di empat desa di Kecamatan Blang Mangat, yaitu Desa Baloy, Ulee Blang Mane, Tunong, dan Kuala.

Melalui Pendekatan Graduasi, program tidak hanya berorientasi pada pemberian aset, tetapi juga menekankan proses pendampingan, penguatan kapasitas, pengembangan usaha, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, penerima manfaat diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan aset yang diterima menjadi sumber penghidupan yang produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendorong masyarakat penerima manfaat agar secara bertahap mampu keluar dari kerentanan ekonomi menuju kehidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.