LHOKSEUMAWE | baitulmal.lhokseumawekota.go.id, 01 Maret 2026 – Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan Bappeda Kota Lhokseumawe menggelar sosialisasi sekaligus rapat awal penetapan lokasi Program MEMPHIS Ekonomi Produktif pada Minggu (1/3/2026) di Culture Coffee, Alue Awe, Kota Lhokseumawe.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung agenda percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal dan pendampingan berkelanjutan.
Tentang Program MEMPHIS Ekonomi Produktif
Program MEMPHIS (Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif untuk Household Miskin Ekstrem) dirancang untuk mendorong transformasi keluarga miskin ekstrem agar mandiri secara ekonomi dan sosial melalui:
1. Pendampingan intensif dan terstruktur
2. Pemberian aset produktif/modal usaha
3. Pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha
4. Penguatan literasi serta inklusi keuangan
5. Pembinaan perubahan pola pikir (mindset building)
Area Koordinator Aceh Islamic Relief Indonesia, Yusrizal Puteh didampingi tim dan staff, menyampaikan:
“Program MEMPHIS Ekonomi Produktif bukan sekadar distribusi modal. Ini adalah proses pendampingan jangka menengah yang terukur. Kami ingin memastikan setiap penerima manfaat memiliki komitmen kuat untuk bertumbuh, bukan hanya menerima bantuan, tetapi membangun masa depan yang lebih mandiri.” terang Yusrizal.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi multipihak dan konsistensi pendampingan di lapangan.
Pemetaan dan Penetapan Lokasi Prioritas
Rapat koordinasi membahas pemetaan desa berbasis data dan indikator kerentanan sosial, meliputi:
1. Jumlah penduduk miskin ekstrem
2. Angka putus sekolah
3. Rumah tidak layak huni
4. Prevalensi stunting
5. Hambatan lain dilapangan yaitu, Tingkat penyalah gunaan narkoba disebuah wilayah.
Berdasarkan hasil diskusi awal, ditetapkan tiga wilayah sebagai titik proyek dan desa pendukung:
1. Jeulikat, Desa Pendukung Alue Liem dan Blang weu panjoe
2. Alue Liem, Desa Pendukung, jeulikat, Blang buloh, Blang Weu Panjoe
3. Seuneubok, Desa pendukung, Blang Weu Panjoe, Blang Weu Baroeh, Jeulikat.
Fokus implementasi tahap awal berada di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Kabid P2IK Bappeda Kota Lhokseumawe, Desi Julianti, menegaskan:
“Penetapan lokasi harus berbasis data dan indikator sosial yang jelas. Intervensi ekonomi produktif harus tepat sasaran agar dampaknya signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat.”
Skema Intervensi Ekonomi Produktif
Program MEMPHIS menerapkan dua skema dukungan usaha:
1. Skema Individu – bagi penerima manfaat yang telah memiliki keterampilan atau usaha tertentu.
2. Skema Kelompok – untuk mendorong usaha bersama berbasis komunitas dan memperkuat solidaritas ekonomi masyarakat.
Penentuan jenis usaha dilakukan melalui asesmen potensi, pengalaman, serta minat penerima manfaat. Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan perkembangan usaha berjalan sesuai rencana.
Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, H. Dr. Damanhur Abbas, Lc, MA, didampingi Anggota badan Dr. Munawir dan Jumiati beserta Trnaga Profesional juga staff sekretatiat BMK Lhokseumawe menyampaikan:
“Kami berharap Program MEMPHIS Ekonomi Produktif mampu menyentuh akar persoalan kemiskinan. Tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi membangun kemandirian yang berkelanjutan dan bermartabat.” pungkas Damanhur.
Tantangan dan Penguatan Mindset
Dalam forum tersebut juga dibahas tantangan implementasi, termasuk masih adanya ketergantungan sebagian masyarakat terhadap bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan lainya yang serupa dan praktik pinjaman online, yang membuat mindset Masyarakat terus berada di zona nyaman dan menjadi kurang produktif karena terbiasa dengan kebiasaan yang kurang baik.
Islamic Relief indonesia, Commo Program MEMPHIS Ekonomi productif, Mawardii, menambahkan:
“Pendekatan MEMPHIS menekankan perubahan pola pikir. Kami ingin mendorong masyarakat keluar dari zona nyaman ketergantungan bantuan menuju kemandirian. Disiplin finansial, komitmen usaha, dan konsistensi menjadi fondasi utama.” tambahnya Mawardi.
Ia menegaskan bahwa proses pendampingan akan dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan perubahan yang nyata.
Komitmen Bersama
Sosialisasi dan rapat awal ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi antara Islamic Relief Indonesia, Baitul Mal Kota Lhokseumawe, dan Bappeda Kota Lhokseumawe juga Stakeholder terkait dalam jajaran pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengembangkan model pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Dengan penetapan lokasi awal di Kecamatan Blang Mangat, Program MEMPHIS Ekonomi Produktif diharapkan menjadi model intervensi yang terukur, partisipatif, dan berdampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe.
Kegiatan Sosialisasi Memphis berlangsung khidmad dan lancar serta ditutup serangkaian buka puasa bersama dan Sholat Berjama'ah.
